Minggu, 02 Februari 2014

indikator WI



INDIKATOR KEBERHASILAN WIDYAISWARA

Selain mengajar, mendidik dan melatih widyaiswara mempunyai fungsi sebagai fasilitator, teknisi ahli, konsultan, dinamisator, koordinator, inspirator, penghubung dan merupakan sebagai penentu dari kualitas pendidikan dan latihan. Belum ada data yang menyatakan besarnya ukuran dan indikator-indikator kinerja widyaiswara sebagai perwujudan keseimbangan hasil kegiatan dan peran widyaiswara terhadap peningkatan kualitas SDM, pengakuan tidak tertulis yang menyatakan telah merasakan dan menikmati hasil bimbingan dan pembinaan widyaiswara  pertanian dari kalangan petani dan petugas di lapangan. Widyaiswara dalam melaksanakan tugasnya  terdiri dari 4 kegiatan utama, yaitu ; (1). Mengikuti pendidikan dan pelatihan, (2). Mengembangkan dan melaksanakan kediklatan, (3). Mengembangkan profesi, dan (4). Melakukan kegiatan penunjang kewidyaiswaraan. Indikator keberhasilan widyaiswara adalah tertib dan disiplin dalam perencanaan pelaksanaan dan penyelesaian tugas pokok yang menjadi tanggung jawabnya. Keberhasilan widyaiswara sangat   dipengaruhi oleh faktor internal (diri sendiri) dan dukungan external dari institusi yaitu pimpinan balai, keberadaan koordinator widyaiswara, dan administratur kewidyaiswaraan. Impian widyaiswara dapat terwujud apabila ada kesatuan pemikiran dari widyaiswara, pimpinan balai dan perangkat administratur yang mempunyai kesamaan gambaran/visi kondisi balai latihan yang benar-benar ideal tanpa menyertakan kepentingan-kepentingan individual.
Figur Widyaiswara di masa mendatang merupakan hasil pembentukan dan pengkaderan saat ini, sudah dipastikan bahwa tuntutan akan kompetensi Widyaiswara semakin tinggi. Beberapa kompetensi yang dibutuhkan diantaranya :
1.   Kemampuan Teknis dan Manajerial
a)    “Mastery” dalam bidang spesialisasinya.
b)    Merencanakan dan mengintegrasikan pesan/informasi yang akan disampaikan kepada peserta diklat.
c)    Mempunyai pengetahuan dan memahami latar belakang praktek-praktek kegiatan organisasi maupun pemerintah.
d)    Mempunyai keterampilan yang memadai dalam melakukan hubungan antar manusia serta mempunyai kemampuan berbagai macam bentuk komunikasi.
e)    Memiliki kemampuan rancang bangun program diklat sesuai program dalam pembangunan.
f)     Memiliki kemampuan untuk mendapatkan, mengolah, menganalisa data sebagai aspek penelitian untuk pengembangan program diklat.
g)    Meneliti kemampuan untuk menilai sebagai dasar pertimbangan kelanjutan rencana kegiatan/program kediklatan.
h)   Memiliki daya perspektif, kemampuan mengembangkan pengetahuan, gagasan dan pikirannya untuk perbaikan dan peningkatan fungsi dan administrasi diklat.
Gambar 1 : kemampuan komunikasi
2.   Kemampuan Penguasaan Metodologi
a)    Memiliki kemampuan untuk dapat menunjukkan kepada peserta diklat bahwa ia mempunyai keinginan membantu peserta diklat agar mau belajar.
b)    Memiliki kemampuan sebagai analis, fasilitator yang dapat menunjukkan cara yang tepat merencanakan program diklat sesuai dengan kebutuhan sasaran.
c)    Memiliki kemampuan “mengajak” pihak lain/sasaran didik agar mau melakukan perubahan menuju perbaikan. Dalam hal ini widyaiswara berfungsi sebagai agen pemindahan dan perubahan.
d)    Memiliki kemampuan untuk “dianut” pihak lain/sasaran didik karena mampu sebagai penasehat atau konsultan berdasarkan cara menilai dan memberikan bahan pertimbangan dari buah pikirannya.

3.   Perilaku
a)    Sabar dan mudah memaklumi adanya keaneka-ragaman kemampuan pihak lain/peserta diklat.
b)    Memberikan semangat, penghargaan dan bijaksana terhadap orang lain.
c)    Mampu memotivasi diri sendiri dengan prinsip bahwa segala pemikiran, kegiatan dan pemilihan berdasarkan efektifitas dan efesiensi.
4.   Prestasi
a)    Prestasi dalam melaksanakan tugas dan fungsi jabatannya.
b)    Upaya pengembangan UPT Diklat.
Kiat – Kiat Untuk Meraih Keberhasilan Widyaiswara
a)    Mempunyai rencana kerja terhadap kegiatan-kegiatan yang memungkinkan dilakukan dengan tugas pokok dengan target perolehan angka kredit.
b)    Berusaha tertib dan disiplin dalam setiap kegiatan, baik dalam pengelolaan administrasi maupun waktu dan anggaran.
c)    Berupaya mencari alternatif pemecahan masalah yang baik, tanpa merugikan pihak lain.
d)    Berupaya menuangkan ide-ide kreatif/positif dalam bentuk dialog, diskusi ataupun tertulis.
e)    Berusaha meningkatkan pengembangan kemampuan diri agar baik tampil didepan peserta selama proses berlatih melatih.
Gambar 2 : peningkatan pengembangan diri melalui magang
f)     Berupaya melakukan penulisan pelaporan, setelah selesai melaksanakan kegiatan baik dalam jurnal harian maupun tulisan ilmiah/pertanggung jawaban administratif.
g)    Senantiasa berupaya agar memiliki kepribadian yang dapat menjadi panutan.
h)   Mentaati pola pengembangan widyaiswara yang telah disepakati menjadi acuan di tingkat balai.
i)     Berusaha “ konsisten dan komitment” terhadap keputusan.
j)      Mampu berbahasa inggris.
Sumber :
1.     Anomymous, 2007. Pedoman Penilaian Widyaiswara Berprestasi, Pusbanglatan, Badan PSDM Pertanian, Jakarta.
2.     Anomymous, 2007. Pengembangan Kualitas Widyaiswara, Pusbanglatan, Badan PSDM Pertanian, Jakarta.
3.     Dewayana, D. 1997. Keragaan dan Indikator Keberhasilan Widyaiswara. BLPP Ketindan, Jawa Timur.
4.     Tris, 1977. Widyaiswara yang handal, majalah suara widya, No.5,  Hal. 6, Yayasan Dharma Widyaiswara, Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar