INDIKATOR KEBERHASILAN WIDYAISWARA
Selain
mengajar,
mendidik dan melatih widyaiswara mempunyai fungsi sebagai fasilitator, teknisi ahli, konsultan, dinamisator, koordinator, inspirator, penghubung dan merupakan sebagai penentu dari
kualitas pendidikan dan latihan. Belum
ada data yang menyatakan besarnya ukuran dan indikator-indikator kinerja
widyaiswara sebagai perwujudan keseimbangan hasil kegiatan dan peran
widyaiswara terhadap peningkatan kualitas SDM, pengakuan tidak tertulis yang
menyatakan telah merasakan dan menikmati hasil bimbingan dan pembinaan
widyaiswara pertanian dari kalangan
petani dan petugas di lapangan. Widyaiswara dalam melaksanakan tugasnya terdiri dari 4 kegiatan utama, yaitu ; (1).
Mengikuti pendidikan dan pelatihan, (2). Mengembangkan dan melaksanakan
kediklatan, (3). Mengembangkan profesi, dan (4). Melakukan kegiatan penunjang
kewidyaiswaraan. Indikator keberhasilan widyaiswara adalah tertib
dan disiplin dalam perencanaan pelaksanaan dan penyelesaian tugas pokok yang
menjadi tanggung jawabnya. Keberhasilan widyaiswara sangat dipengaruhi oleh faktor internal (diri sendiri) dan dukungan external dari
institusi yaitu pimpinan balai,
keberadaan koordinator widyaiswara, dan administratur kewidyaiswaraan. Impian
widyaiswara dapat terwujud apabila ada kesatuan pemikiran dari widyaiswara,
pimpinan balai dan
perangkat administratur yang
mempunyai kesamaan gambaran/visi kondisi balai latihan yang benar-benar ideal
tanpa menyertakan kepentingan-kepentingan individual.
Figur
Widyaiswara di masa mendatang merupakan hasil pembentukan dan pengkaderan saat
ini, sudah dipastikan bahwa tuntutan akan kompetensi Widyaiswara semakin
tinggi. Beberapa kompetensi yang dibutuhkan diantaranya :
1. Kemampuan Teknis dan Manajerial
a)
“Mastery”
dalam bidang spesialisasinya.
b)
Merencanakan
dan mengintegrasikan pesan/informasi yang akan disampaikan kepada peserta
diklat.
c)
Mempunyai
pengetahuan dan memahami latar belakang praktek-praktek kegiatan organisasi
maupun pemerintah.
d)
Mempunyai
keterampilan yang memadai dalam
melakukan hubungan antar manusia serta mempunyai kemampuan berbagai macam
bentuk komunikasi.
e)
Memiliki
kemampuan rancang bangun program diklat sesuai program dalam pembangunan.
f)
Memiliki
kemampuan untuk mendapatkan, mengolah, menganalisa data sebagai aspek penelitian
untuk pengembangan program diklat.
g)
Meneliti
kemampuan untuk menilai sebagai dasar pertimbangan kelanjutan rencana
kegiatan/program kediklatan.
h) Memiliki daya perspektif,
kemampuan mengembangkan pengetahuan, gagasan dan pikirannya untuk perbaikan dan
peningkatan fungsi dan administrasi diklat.

Gambar 1 : kemampuan komunikasi
2. Kemampuan
Penguasaan Metodologi
a)
Memiliki
kemampuan untuk dapat menunjukkan kepada peserta diklat bahwa ia mempunyai
keinginan membantu peserta diklat agar mau belajar.
b)
Memiliki
kemampuan sebagai analis, fasilitator yang dapat menunjukkan cara yang tepat
merencanakan program diklat sesuai dengan kebutuhan sasaran.
c)
Memiliki
kemampuan “mengajak” pihak lain/sasaran didik agar mau melakukan perubahan
menuju perbaikan. Dalam hal ini widyaiswara berfungsi sebagai agen pemindahan
dan perubahan.
d) Memiliki kemampuan untuk
“dianut” pihak lain/sasaran didik karena mampu sebagai penasehat atau konsultan
berdasarkan cara
menilai dan memberikan bahan pertimbangan dari buah pikirannya.
3. Perilaku
a)
Sabar
dan mudah memaklumi adanya keaneka-ragaman kemampuan pihak lain/peserta diklat.
b)
Memberikan
semangat, penghargaan dan bijaksana terhadap orang lain.
c) Mampu memotivasi diri sendiri
dengan prinsip bahwa segala pemikiran, kegiatan dan pemilihan berdasarkan
efektifitas dan efesiensi.
4. Prestasi
a)
Prestasi
dalam melaksanakan tugas dan fungsi jabatannya.
b) Upaya pengembangan UPT Diklat.
Kiat – Kiat Untuk Meraih Keberhasilan
Widyaiswara
a)
Mempunyai
rencana kerja terhadap kegiatan-kegiatan yang memungkinkan dilakukan dengan
tugas pokok dengan target perolehan angka kredit.
b)
Berusaha
tertib dan disiplin dalam setiap kegiatan,
baik dalam pengelolaan administrasi maupun waktu dan anggaran.
c)
Berupaya
mencari alternatif pemecahan masalah yang baik, tanpa merugikan pihak lain.
d)
Berupaya
menuangkan ide-ide kreatif/positif dalam bentuk dialog, diskusi ataupun
tertulis.
e)
Berusaha
meningkatkan pengembangan kemampuan diri agar baik tampil didepan peserta
selama proses berlatih melatih.

Gambar 2 : peningkatan pengembangan diri melalui magang
f)
Berupaya
melakukan penulisan pelaporan, setelah
selesai melaksanakan kegiatan baik dalam jurnal harian maupun tulisan
ilmiah/pertanggung jawaban administratif.
g)
Senantiasa
berupaya agar memiliki kepribadian yang dapat menjadi panutan.
h)
Mentaati
pola pengembangan widyaiswara yang telah disepakati menjadi acuan di tingkat
balai.
i)
Berusaha
“ konsisten dan komitment”
terhadap keputusan.
j) Mampu berbahasa inggris.
Sumber :
1. Anomymous, 2007. Pedoman Penilaian Widyaiswara Berprestasi,
Pusbanglatan, Badan PSDM Pertanian, Jakarta.
2. Anomymous, 2007. Pengembangan Kualitas Widyaiswara, Pusbanglatan, Badan
PSDM Pertanian, Jakarta.
3. Dewayana, D. 1997. Keragaan dan Indikator Keberhasilan Widyaiswara. BLPP
Ketindan, Jawa Timur.
4. Tris, 1977. Widyaiswara yang handal, majalah suara widya, No.5, Hal. 6, Yayasan Dharma Widyaiswara, Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar