Makadamia (Macadamia integrifolia Maiden & Betche). Ada yang menyebut kacang Australia dan Queensland Nut. Tanaman makadamia berasal dari Australia yang dikembangkan di Hawaii sekitar 1881 di mana ia digunakan sebagai tanaman pagar dan tanaman reboisasi. Makadamia tumbuh di kawasan hutan sub-tropik basah dengan curah hujan lebih dari 1000 mm per tahun di bagian Selatan Queensland dan bagian Utara New South Wales. Pohon Makadamia tumbuh dengan baik pada tanah Andosol atau tanah vulkanik dengan drainase yang baik. Di Pulau Hawaii sebagian besar daerah tempat tumbuh makadamia mempunyai jenis tanah Andosol. Tanah yang sesuai untuk makadamia bertekstur lempung ringan sampai sedang sedalam tidak kurang dari 0.5 m, dengan pH 5 sampai 5.5. Karena tajuk pohon yang rindang, perakaran yang dangkal dan tempat tumbuhnya pada tanah yang bertekstur ringan, maka di sekeliling kebun makadamia pada daerah berangin keras sebaiknya ditanami pohon penahan angin (wind breaker).
Di Indonesia pada mulanya tanaman ini diintroduksi sebagai tanaman koleksi di kebun raya. Di dalam buku Heyne (1950), De nuttige planten van Indonesie, tercatat bahwa tanaman makadamia di kebun raya Cibodas (Jabar) tumbuh baik dan berbuah secara teratur. Di kebun raya tersebut sekarang terdapat koleksi jenis M. ternifolia (M. integrifolia) dan M. tetraphylla. Pada tahun 1990 PT Perkebunan Nusantara XII menanam secara bertahap dikawasan pegunungan ijen, sampai dengan sekarang perusahaan ini mengelola 12.000 pohon dilahan 120 ha. Beberapa tempat lainnya di Indonesia di mana tanaman makadamia dapat tumbuh dengan baik adalah di :
• Kebun koleksi tanaman industri di Manoko (1100 m dpl.), dekat Lembang (Jabar).
• Kebun koleksi tanaman industri di Cimanggu, Bogor (250 m dpl.).
• Kebun PTPN VIII mengelola di empat blok (cisaruni, penalang, gunung gede dan malabar) dengan populasi 300 pohon, awalnya ditanam sebagai tanaman pembatas.
• Kebun koleksi tanaman hortikultura di Tlekung (950 m dpl), Batu Malang.
Pohon makadamia yang berasal dari biji dapat berbuah pada umu 6 – 7 tahun, jika dengan grafting atau okulasi berbuah pada umur 5 tahun. Produksi perdana ± 0,5 kg biji kering perpohon pertahun. Produksi terus meningkat dan akan stabil pada umur ± 20 tahun (1,7 – 1,9 kg). makadamia siap paen 6 – 7 bulam setelah berbunga, panen raya pada bulan April dan Oktober. Panen dilakukan dengan cara memungut buah yang jatuh.
Tanaman makadamia adalah penghasil biji yang berkadar lemak tinggi yaitu dengan kandungan lemak lebih dari 70 %, kacang makadamia adalah biji dari buah makadamia yang telah dikupas. rasa kacangnya lezat dan manis, dapat dimakan mentah, digongseng atau digoreng terlebih dahulu. Kacang makadamia ini adalah makanan yang sangat digemari oleh wisatawan mancanegara, karena citarasanya yang khas, lezat dan seringkali dipakai sebagai bahan kue-kue atau dilapisi cokelat. Selain dikonsumsi langsung, kacang makadamia dapat diolah menjadi minyak.
Menurut data Biro Pusat Statistik sejak tahun 2004 s/d 2008 menunjukan volume impor cenderung meningkat, dapat dilihat pada Tabel berikut :
Uraian Tahun (kg)
2004 2005 2006 2007 2008
Ekspor 15.757 13.438 19.674 10.816 676
Impor 42.628 20.290 11.396 13.350 54.704
Jika dikonversi volume impor rata-rata 73 ton/tahun dengan harga Rp.35.000,-/kg maka dibutuhakan dana Rp.2.555.000.000, Jika produktivitas rata-rata 1,5 kg/pohon maka diperlukan 48.666 pohon setara 490 ha. belum termasuk impor minyak makadamia dari Australia. Prospektif pasar kacang makadamia pada masa mendatang bakal terus meningkat.
Ditulis oleh : Munanto Haris, MP*
Widyaiswara BBPP Ketindan-Malang Jawa Timur

Tidak ada komentar:
Posting Komentar